WARTA MERDEKA

Taufik Savalas

Taufik Savalas yang nama aslinya Muhammad Taufik adalah komedian Betawi yang lahir di Jakarta 9 Juni 1966. 

Karirnya diawali sebagai penyiar Radio Humor Suara Kejayaan. Hal ini ternyata memang sudah menjadi cita-citanya sejak kecil.

Taufik Savalas memiliki gaya atau ciri komedinya sendiri, hingga orang tidak akan pernah melupakan gayanya tersebut.

Foto : Istimewa

Alya Rohali - Seleb orang Betawi

Berangkat dari seorang Putri Indonesia 1996, Alya Rohali  yang lahir 1 Desember 1976. Otomatis menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi Miss Universe 1997 di AmerikaSerikat.

Setelah tugasnya sebagai Putri Indonesia rampung, Alya mulai terjun sebagai presenter, dan sinetron.

Berhasil debutnya, hingga berhasil menorehkan prestasi sebagai Presenter KuisTerfavorit dalam Panasonic Awards 2002.

Foto : Istimewa

Bir Pletok - Resep Kuliner khas Betawi

Bir Pletok tidaklah beralkohol layaknya Bir yang kita tahu. Minuman khas Betawi ini justru merupakan minuman kebugaran dari rempah alami yang memiliki beragam khasiat, salah satunya, dapat mengatasi masalah sulit tidur alias insomnia. 

Minuman ini biasanya disuguhkan pada bersama dengan camilan-camilan khas Betawi lainnya.

Bir ini terbuat dari rempah-rempah seperti jahe merah, kayu angin, kayu manis, serai, kapulaga, dlsb. 

Minuman dengan rasa hangat ketika diminum dan cocok diminum dimalam hari atau pada saat udara dingin.

Bahan :

2 Liter Air
350 gr Jahe, memarkan/tumbuk
6 butir Cengkih
5 cm Kayu manis
3 biji Kapulaga
5 batang Serai/sere, memarkan/tumbuk
25 gr Kayu secang
1/2 butir Pala, memarkan/tumbuk
500 gr Gula pasir
Garam secukupnya

Cara Membuatnya :


  • Campurin air bersama gule di dalam panci
  • Tambahin jahe, terus rebus pake api sedang ampe mendidih dan gulanye larut seluruhnye
  • Tambahin larutan gula ame jahe kayu secang, aduk-aduk ampe rate
  • Tambahin cengke, kayu manis, kapulaga dan pala nyang ude dimemarin
  • Masukin batang serai nyang ude dimemarin, lanjutin masak di atas api kecil ampe kecium  aroma rempahnye, proses nih butuh waktu +  60 menit
  • Kalo ude kayanye cukup, baru diangkat, saring dengan saringan teh.

Bir Pletok siap disuguhin, apalagi udarenye dingin

Kalau mau lebih keren lagi, sebelum disaring, Ente diemin dulu duh semaleman, biar dapet arome rempahnye.

Foto : Istimewa

Resep Semur Jengkol - Resep Kuliner khas Betawi

Courtesy : Youtube
Bahan :
500 gram jengkol

Bumbu
1 batang serai digeprek
3 cm lengkuas digeprek
2 lembar daun jeruk
1 lembar daun salam
3 butir cengkeh
1/2 sdt pala bubuk
1/2 sdt garam
1/2 sdt lada bubuk (merica/sahang)
1/2 sdt kaldu bubuk
7 sdm kecap manis
350 ml air untuk kuah ditambah 

Bumbu Halus :
5 butir kemiri
8 butir bawang merah
3 siung bawang putih
6 buah cabe merah besar

Cara Memasak :

  • Kupas kulit Jengkol lalu cuci hingga bersih
  • Rebus Jengkol terlebih dahulu (+ 60 menit), dengan 16 lembar Daun Jambu Biji/Klutuk (untuk menghilangkan baunya, dan mengurangi kandungan racun dalam jengkol, tanpa mengurangi kelegitannya)
  • Buang Daun Jambu beserta air rebusan pertama, ganti dengan air dan tambahkan 8 lembar Daun Jambu yang baru, lalu rebus kembali hingga jengkol menjadi empuk
  • Jengkol diangkat dan ditiriskan, lalu geprek-geprek tetapi tidak usah terlalu keras, hanya agar bumbu dapat meresap sempurna
  • Panaskan wajan dengan minyak secukupnya, untuk menumis bumbu halus, daun jeruk, daun salam, cengkeh, lengkuas dan serai hingga harum. 
  • Masukkan air dan Jengkolnya, serta aduk rata, setelah mendidih beri garam, pala, lada, kaldu bubuk dan kecap manis, aduk rata
  • Masak hingga kuah mengental dan agak surut, jangan lupa aduk sesekali agar matang merata, lalu angkat dari wajan.

Semur Jengkol siap disajikan

Tips untuk menghilangkan bau mulur :
Memakan timun mentah yang segar, minum yang banyak dan menggosok gigi cukup membantu mangatasi efek bau kurang sedap setelah mengkonsumsi jengkol

Foto : Istimewa

Ismail Marzuki - Seniman Betawi

Ismail Marzuki (lahir di Kwitang, Senen, Batavia, 11 Mei 1914 – meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, 25 Mei 1958 pada umur 44 tahun).

Ismail adalah salah seorang komponis besar Indonesia, sehingga namanya diabadikan sebagai suatu pusat seni di Jakarta , yakni Taman Ismail Marzuki (TIM) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Nama sebenarnya adalah Ismail, dan karena ayahnya bernama Marzuki, maka nama lengkapnya menjadi Ismail bin Marzuki, dimana kebanyakan orang memanggilnya Ismail Marzuki.

Pada umur 17 tahun, Ismail Marzuki memulai debutnya di bidang musik, ketika untuk pertama kalinya ia berhasil mengarang lagu "O Sarinah” pada tahun 1931. 

Tahun 1940 Ismail Marzuki menikah dengan Eulis Zuraidah, seorang primadona dari klub musik yang ada di Bandung dimana Ismail Marzuki juga tergabung didalamnya. Pasangan ini kemudian mengadopsi seorang anak bernama Rachmi, yang sebenarnya masih keponakan Eulis.

Masa penjajahan Jepang, Ismail aktif dalam orkes radio pada Hozo Kanri Keyku Radio Militer Jepang. 

Ketika masa kependudukan Jepang berakhir, Ismail tetap meneruskan siaran musiknya di RRI. Selanjutnya saat RRI kembali dikuasai Belanda tahun 1947, Ismail tidak mau bekerja sama dengan Belanda, lalu memutuskan untuk keluar dari RRI. 

Ismail bekerja kembali di radio, setelah RRI diambil alih kembali, dan kemudian ia mendapat kehormatan menjadi pemimpin Orkes Studio Jakarta. Saat itulah ia menciptakan lagu Pemilihan Umum, yang diperdengarkan pertama kali dalam Pemilu 1955.

Karya-karya terkenasl Ismail Marzuki, antara lain :

- Tahun 1931, untuk pertama kalinya Ismail menciptakan lagu yang berjudul “Oh Sarinah” yang syairnya dibuat dalam bahasa Belanda.

- Tahun 1935, sewaktu berusia 21 tahun muncul karyanya dalam bentuk keroncong yang berjudul Keroncong Serenata.

- Tahun 1936, mencipta Roselani, judul ini membawa kita ke suasana romantis alam Hawaii di Samudra Pasifik.

- Tahun 1937, muncul lagu-lagu yang mengambil latar belakang “Hikayat 1001 Malam” berjudul Kasim Baba saat Ismail berusia 23 tahun; dan mencipta gubahan keroncong yang berjudul keroncong sejati bermodus minor bernafaskan melodi yang melankolis.

- Tahun 1938, mengisi ilustrasi musik film berjudul “Terang Bulan”. Di dalamnya ada 3 buah lagu, antara lain: Pulau Saweba, Di Tepi Laut, Duduk Termenung. Film ini dibintangi oleh Miss Rukiah, Kartolo, Raden Mochtar dan lain-lain. Pemuda Ismail turut berperan dalam film tersebut yakni bermain musik dengan rekan-rekannya sebagai pelengkap skenario. Film ini diputar di Malaya. Ismail bernyanyi untuk adegan Raden Mochtar sewaktu menyanyi.

- Tahun 1939, keluar ciptaan sebanyak 8 buah lagu, 2 lagu diantaranya berbahasa Belanda, yaitu: Als de Ovehedeen dan Als’t Meis is in de tropen. Sedang lagu-lagu Indonesianya adalah Bapak Kromo, Bandaneira, Olee lee di Kutaraja, Rindu Malam, Lenggang Bandung, Melancong ke Bali. Dalam periode ini Ismail belum menciptakan lagu-lagu perjuangan.

Lagu ciptaan karya Ismail Marzuki yang paling populer adalah Rayuan Pulau Kelapa yang digunakan sebagai lagu penutup akhir siaran oleh stasiun TVRI pada masa pemerintahan Orde Baru.

Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan pada tahun 1968 dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Pada tahun 2004 dia dinobatkan menjadi salah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia.

Makam Ismail Marzuki di TPU Karet Bivak, Jakarta

Sumber : dari berbagai sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Ismail_Marzuki

Foto : Istimewa

Kafe Betawi - Resto Kuliner Betawi

Meskipun Resto nih banyak tersebar di Mall-mall besar di Jakarte, tapi restoran nyang atu nih emang khususin diri pade Masakan Betawi

Salah satu makanan andalan resto ini adalah Soto Betawi, dagingnya empuk, dan makin seger kalo ditambahin jeruk nipis.

Nah buat cemilannya, Ente bisah minta disajiin Kue Rangi nyang legit dan gurih. Bisa Ente jaddin temen ngopi.

Sementara sajian khususnye masakan Betawi, tapi ada juge kuliner nusantare dimari, seperti Nasi Rames Rendang.

Lokasi:
Kafe Betawi

  • Pacific Place Mall, Lantai 4, Jl. Jenderal Sudirman, SCBD, Jakarta. Telp. (021) 51402709
  • Senayan City, Lantai Lower Ground, Jl. Asia Afrika, Senayan, Jakarta. Telp. (021) 72781566
  • Kota Kasablanka, Lantai Upper Ground, Food Society, Jl. Casablanca Raya, Tebet, Jakarta. Telp. (021) 29465202.
Foto : KafeBetawi.com

Gado Gado Bonbin

Warung Gado Gado nyang legendaris, udah ade sejak tahun 1960, ngape namanye Gado Gado Bonbin, karene emang berade di jalan Kebon Binatang, dimane dulunye Taman Ismail Marzuki masih jadi Kebon Binatang, dan akhirnye Kebon Binatang tersebut pindah ke  Kebon Binatang  Ragunan.

Pemilik Gado Gado BonBin adalah Oma Lanny nyang sampe sekarang masih aje sibuk ikutan ngelayanin pelanggan – pastinye dibantu ame anaknye. 

Sementare, rumah tempat jualannye otentik banget, bangunannye jadul ama masih ada aje barang-barang jadul, seperti kulkas jadulnya dll.

Menu andalannye, bukan aje cuman Gado Gado, tapi ade juge Mie Baso, Lontong Cap Gomeh, Asinan, Es Cendol, Es Kelapa Muda, dlsb. 

Banyak referensi dari koran yang dikliping dan ditempatkan  di tembok restorannya, bumbu kacang ini dibuat dari kacang tanah Vietnam yang disangrai, bumbunya terasa halus, tidak terlalu pekat dan tidak ada rasa pahit. 

Di Gado Gado Bonbin terbukti pepatah "Ade Harge Ade Barang" Emang tidak murah, tapi buat Ente nyang ngaku penikmat kuliner, pasti bilang harganye pantes ame rasanye...

Gado Gado BonBin: Jl. Cikini IV No.5, Cikini Jakarta Pusat. 0213141539. 10:00 – 17:00. 

Foto : Istimewa